Selasa, 08 Januari 2013

mendistribusikan barang cepat dan efisien

Distribusi adalah suatu proses penyampaian barang atau jasa dari produsen ke konsumen dan para pemakai, sewaktu dan dimana barang atau jasa tersebut diperlukan. Proses distribusi tersebut pada dasarnya menciptakan faedah (utility) waktu, tempat, dan pengalihan hak milik. Dalam berbagai saluran distribusi, terdapat dua hal yang penting. Pertama, segmentasi pasar. Dalam segmentasi pasar, distribusi terkait dengan hubungan antara produsen dan konsumen. Oleh karena itu, produsen menuruti kemauan pasar yang terintegrasi di dalam berbagai inovasi yang ada. Hal yang kedua adalah produk atau komoditas. Hal tersebut juga terkait dengan inovasi yang kemudian melewati dua pihak lainnya, yaitu wholesalers dan retailers sebelum masuk ke dalam sisi konsumen. Dalam berbagai saluran distribusi di atas, terdapat dua hal penting, yaitu saluran langsung ke konsumen dan bisnis yang berhenti di pihak agen dan wholesalers.
Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan didalam memilih saluran distribusi, faktor tersebut antara lain :
1. Jenis barang yang dipasarkan
2. Produsennya
3. Penyalur yang bersedia ikut mengambil bagian
4. Pasar sasaran
Distribusi Fisik
Distribusi fisik adalah proses perpindahan produk dari pihak produsen ke tangan konsumen. Dalam kegiatan perdagangan, kegiatan distribusi adalah hal yang wajar terjadi karena secara fungsional lebih efisien dibandingkan bila pihak produsen mengirimkan langsung ke konsumen, atau jika konsumen mengambil sendiri ke gudang produsen. Pihak distributor memiliki peran yang cukup besar dalam kegiatan perdagangan, karena fungsi utamanya sebagai perpanjangan tangan dari produsen dan konsumen. Kegiatan ini lebih berorientasi pada kepuasan konsumen, karena tujuannya untuk menjaga ketersediaan produk kapanpun dan dimanapun, serta menjaga harga produk tetap stabil. Distribusi fisik meliputi penjualan secara fisik maupun secara online, termasuk juga pergudangan (warehousing) dan transportasi.
Pergudangan adalah salah satu bagian dari kegiatan transportasi, karena dalam tahap ini produk dikumpulkan dalam satu tempat sebelum didistribusikan. Pada dasarnya, dalam perusahaan manufaktur terdapat berbagai macam jenis gudang, berdasar kepemilikan dan segi fungsional. Yang perlu diperhatikan adalah segi pembiayaan, karena kegiatan distribusi produk terkait erat dengan pergudangan sehingga kegiatan yang terjadi didalamnya turut mempengaruhi kondisi produk, baik secara kualitas maupun kuantitas. Secara umum, biaya dalam gudang meliputi biaya sewa ruang penyimpanan, asuransi dan upah buruh (termask biaya pengendalian persediaan dan biaya penanganan bahan produksi). Pengendalian persediaan adalah salah satu kegiatan dalam gudang saat barang tidak dapat didistribusi sewaktu-waktu, melainkan harus di-manage agar tidak terjadi kekurangan maupun kelebihan produk di pasar. Sedangkan penanganan bahan produksi adalah kegiatan yang melibatkan transportasi, pengaturan dan pencarian barang dalam persediaan. Penekanan biaya memerlukan pengembangan strategi penyimpanan produk termasuk dari segi lokasi, apakah menggunakan sistem single-unit, multi-packaging, atau kontainer. Namun tetap mempertimbangkan segi efisiensi, fungsional, serta sekuritas.
Strategi Distribusi
Strategi distribusi adalah pertimbangan utama dalam melakukan kegiatan pemasaran internasional. Secara umum, strategi distribusi bergantung pada kelas produk dan tingkat keterbatasan pasar yang paling efektif dalam penyaluran produk. Strategi distribusi membagi pasar menjadi beberapa cakupan menurut jenis distribusinya, yaitu distribusi intensif, distribusi eksklusif dan distribusi selektif. Distribusi intensif menggunakan banyak saluran dan anggotanya sehingga barang konsumsi dapat berbiaya rendah namun berdaya tarik luas. Distribusi eksklusif adalah jalur distribusinya yang terbatas pada grosir dan pengecer tertentu berdasarkan berbagai kriteria. Distribusi selektif, produsen benar-benar memilih saluran yang akan memberikan perhatian khusus terhadap produk dalam upaya penjualan dan sebagainya. Permasalahan yang ada adalah cara saluran distribusi berinteraksi karena produsen dapat memiliki lebih dari satu saluran dalam berbagai bentuk kerjasama, sehingga terdapat kemungkinan terjadi konflik saluran dan kepemimpinan saluran. Selain itu, terdapat juga masalah berupa kemampuan tingkat partisipasi dan saluran untuk mengendalikan distribusi barang tanpa mengancam pihak atau saluran lain.
Saluran perdagangan
Terdapat dua tingkatan dari berbagai saluran distribusi, yaitu pedagang partai besar yang terdiri atas pedagang grosir (yang membeli produk manufaktur dan menjualnya pada bisnis lain dalam jumlah besar) dan pedagang kecil atau eceran. Terdapat juga agen dan broker sebagai representative independen berbagai macam produk banyak perusahaan, dan bekerja di dunia maya dalam bentuk e-agents. Nila utama agen dan boker banyak terletak di pengetahuan mereka mengenai pasar dan keahlian dagang mereka. Perembangan lebih lanjut secara teknologi kemudian membawa alur distribusi pada e-Intermediary melalui e-commerce. Munculnya syndicated sellers, shopping agents, dan business to business brokers sebagai bentuk e-intermediar yang menggunakan internet sebagai basis distribusi.
Operasi Transportasi
Operasi transportasi penting dalam proses distribusi produksi. Proses pemindahan produk secara fisik adalah proses berbiaya tinggi dalam distribusi produksi. Faktor lain yang perlu untuk dipertimbangkan, yaitu: sifat dasar produk, jarak yang harus ditempuh, kecepatan agar barang cepat diterima, dan, keinginan dan kebutuhan pelanggan. Ada beberapa macam cara tranportasi, dan pemilihannya menentukan kecepatan pengirimannya. Terdapat pula kekurangan dan kelebihan dalam memilih sarana transportasi terbaik dalam pengadaan distribusi barang, dan hal tersebut tergantung keputusan perusahaan dengan mempertimbangkan pada produksi dan segmentasi pasar yang dituju.
Eceran
Eceran rata-rata berskala kecil, yang terdiri dari pemilik dan bantuan tenaga paruh waktu dan mencakup operasi yang sangat besar, seperti Wal-Mart, perusahaan terbesar di Amerika Serikat, dan Sears. Usaha eceran bervariasi, berdasar jenis dan ukuran, yang diklasifikasikan menurut strategi penetapan harga, lokasi, kisaran jasa atau lini produk. Pengecer lini produk adalah pengecer yang menonjolkan macam produk secara luas termasuk toko serba ada, pasar swalayan, toko khusus yang dipilah berdasarkan lini produk yang sempit. Sedangkan pengecer murah menjual beragam jenis produk dan dalam banyak bentuk, seperti discount house, off-price store, catalog showroom, factory outlet, warehouse club, dan convenience store. Pemilihan jenis gerai eceran yang benar berpengaruh pada strategi distribusi seorang penjual. Terdapat cara berbelanja secara online, yaitu dalam e-retail-ing. Ada beberapa jenis pengecer utama tanpa toko, seperti mail marketing dimana pemasaran pos langsung menjadi efektif karena menargetkan pasar yang spesifik berdasar daftar riset yang mungkin berminat dengan produk tertentu. Dan ada juga mail order menggunakan katalog berisi gambar-gambar produk, telemarketing yaitu penggunaan telepon untuk menjual langsung kepada konsumen dengan saluran Ada juga direct selling yaitu bentuk pengecer yang biasanya dilakukan dari pintu ke pintu.
Pengeceran elektronis adalah pengecer tanpa toko dengan info produk dan jasa penjual yang terkoneksi dengan komputer konsumen sehingga konsumen mendapat info dan membeli produknya dari rumah. Ada beberapa jenis pengeceran elektronis. Internet-based stores menggunakan internet untuk berinteraksi dengan pelanggan. Electronic Catalog menggunakan internet untuk memajang produk dan jasa bagi pembelanja eceran dan pelanggan bisnis. Electronic Storefront and Cybermalls yaitu situs web komersial sebagai tempat pelanggan untuk mengumpulkan info tentang produk, membeli peluang, memesan, dan membayar pembeliannya. Electronic retailing menggeser sistem pintu ke pintu menjadi E-sales. Interactive marketing adalah pengecer tanpa toko yang menggunakan situs web untuk memberikan penjualan waktu-nyata dan layanan terhadap pelanggan. Video marketing adalah pengeceran secara elektronik melalui televisi.
Perusahaan pengecer dimulai dari toko-toko kecil yang terus memperluas ‘jangkauan’ mereka pada lebih banyak pelanggan melalui penempatan lebih banyak toko pada pusat populasi yang lebih besar, dan mengubah lini barang dagangannya dan menggelompokkan berbagai lini toko dalam suatu lokasi tunggal. Perusahaan pengecer global memiliki jangkauan yang sangat luas dan mencapai hampir keseluruhan masyarakat dunia.
Distribusi penting dalam bidang pemasaran. Kesuksesan suatu produk bergantung pada bauran distribusi, yaitu kombinasi saluran-saluran distribusi untuk menyampaikan produk suatu perusahaan kepada pengguna akhir secara tepat. Saluran distribusi adalah jaringan antar perusahaan yang dilalui suatu produk dari produsen ke konsumen.Saluran pertama adalah distribusi langsung produk-produk konsumsi tanpa menggunakan perantara. Saluran kedua adalah distribusi eceran produk-produk konsumsi yang dilakukan melalui pengecer. Saluran ketiga adalah distribusi grosir. Saluran keempat merupakan distribusi melalui agen penjualan atau broker yang mewakili para manufaktur menjual ke grosir, pengecer, maupun keduanya. Dalam distribusi tidak langsung, saluran keempat ini memiliki pro dan kontra tersendiri. Dari segi kontra, saluran distribusi tidak langsung membuat harga semakin tinggi seiring dengan bertambahnya anggota dalam saluran. Namun, perantara-perantara tersebut dapat membuat konsumen menghemat uang dan waktu. Penambahan nilai perantara dapat dilakukan dengan memberi informasi secara cepat dan menyediakan produk dalam jumlah yang tepat pada waktu dan tempat yang tepat. Keempat distribusi adalah distribusi dari produk-produk konsumsi. Saluran kelima adalah distribusi oleh agen kepada konsumen dan bisnis, berbeda dari keempat saluran sebelumnya terutama dalam dua hal, yaitu agen sebagai satu-satunya perantara serta pendistribusian yang dilakukan tidak hanya pada konsumen tetapi juga pada pelanggan bisnis. Saluran keenam hingga saluran kedelapan adalah saluran yang digunakan untuk distribusi produk-produk bisnis. Saluran keenam adalah distribusi langsung barang-barang industri dari produsen ke pembeli industri. Saluran ketujuh merupakan distribusi yang dilakukan dari grosir sebagai perantara antar produsen dengan pengguna akhir, namun dalam persentase yang sangat kecil. Saluran kedelapan dilakukan dari pihak grosir ke pengecer bisnis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar